Perhatikan Waktu

Oleh Dra. Hj. Ohan Zarkasih

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamu’alaikum wr. wb.

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala,

Kita sering menganggap bahwa dosa-dosa kecil itu tidak mengapa. Padahal sekecil apapun itu adalah pelanggaran. Kalau itu dibiasakan akan menjadi pelanggaran dan dosa besar, sementara kita tidak merasakan bahwa itu pelanggaran.   Ketika kita hendak melaksanakan aktivitas yang kebetulan besamaan dengan waktu untuk beribadah (misalnya waktu sholat), dan tetap malakukan aktivitas lalu meninggalkan atau menunda ibadah,  maka itulah perbuatan dzolim.

Allah subhanahu wata’ala memberikan kita anugerah kepada kita berupa waktu. Satu-satunya rahmat Allah yaitu waktu adalah sesuatu yang tidak bisa disimpan atau ditunda-tunda.  Akan dipakai atau tidak, waktu akan berjalan terus bahkan meninggalkan kita. Bila kita menunda sesaat waktu hari ini, maka kita akan ditinggalkan oleh waktu. Rahmat Allah yang lainnya masih bisa disimpan, tetapi waktu tidak bisa disimpan atau ditunda. Maka harus kita sadari dengan kesadaran Iman, bahwa waktu tidak bisa disimpan.  Sesaat saja kita lalai dengan waktu, sungguh manusia pasti merugi.

Waktu adalah kita jadikan modal untuk memupuk Iman.  Karena sebetulnya Iman kita semua sudah diberi oleh Allah subhanahu wata’ala ketika kita masih di dalam alam Rahim .

Firman Allah ketika kita di alam Rahim : Alastu birobbikum ?  Bala, syahidna. (Bukankah Aku (Allah) ini Tuhanmu ?. Ruh kita  menjawab : Benar, bahkan aku bersaksi bahwa Engkau (Allah) adalah Tuhanku  –  Surat Al A’raaf ayat 172 ).

Kesaksian itulah yang saat ini kita jadikan bahwa waktu adalah untuk memupuk, menyegarkan dan mempertebal  Iman.

Iman pada diri kita terkadang bertambah kadang berkurang.   Tanpa ada ikhtiar memper-tebal  Iman, khawatir kita akan berubah menjadi kafir.  Karrena banyak saja orang yang ketika pagi hari masih beriman, sore hari menjadi kafir.  Itulah yang disebut  waktu.

Maka jangan menangguhkan atau menunda waktu.

Waktu adalah sesuatu yang bila dipakai atau tidak  akan habis berlalu dan jauh meninggalkan kita. Waktu adalah menjadi tanggungjawab kita. Di akhirat kelak kita harus mempertanggungjawabkan soal waktu.  Antara lain  kita akan ditanya : Kamu gunakan untuk apa waktu mudamu sebelum waktu tuamu datang ?  Kamu gunakan untuk apa waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu datang ? Kamu gunakan untuk apa waktu luangmu sebelum waktu sempitmu datang ?

Semua itu akan ditanyakan berkaitan dengan waktu.

Sementara itu tentang mati (ajal) hanya Allah subhanahu wata’ala yang tahu.  Mungkin Allah menghendaki kita sedang berbaring lalu dimatikan, juga bisa. Atau sesorang pulang dari senam pagi, sedang ganti pakaian, bisa saja waktu itu ia mati. Mati itu bia datang tidak bisa diundur atau disegerakan, karena mati adalah ketentuan Allah subhanahu wata’ala.

Maka hendaknya kita jangan berbuat dzolim dengan menyia-nyiakan waktu. Jangan sampai kita  mati dalam keadaan dzolim. Dan orang yang mati dalam keadaan dzolim, Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam AlQur’an Surat An Nahl ayat 29 :

“Maka masukilah pintu-pintu Jahannam kamu kekal di dalamnya, pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri”

Ternyata dzolim adalah saudara sombong.  Orang yang berani melawan Allah adalah orang yang sombong.

Lihat Surat Ad Dahr (Surat Al Insaan) ayat 1 – 4 :

1. Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur*] yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat.

3. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

4. Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.

*] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.

Maksudnya, kita manusia sebelum diciptakan menjadi manusia, mula-mula baru berupa setetes air mani yang bercampur dengan sel telur.  Ketika itu kita manusia bukan siapa-siapa. Ketika itu  belum merupakan sesuatu yang dapat disebut. Manusia ketika itu bukan apa-apa.  Setelah menjadi manusia mengapa manusia   sombong,  melawan Allah ?.  Kita manusia ini berasal dari setetes air mani dan sel telur. Bukan apa-apa. Tidak ada nilainya sama sekali.

Lalu setelah menjadi manusia mereka diberi pendengaran dan penglihatan, lalu diberikan perintah dan larangan, ternyata hasilnya berbeda, ada yang bersyukur dan taat dan ada yang menentang Allah subhanahu wata’ala (ada yang kafir).

Allah ingin menguji manusia dengan mata dan telinganya.  Banyak di antara mereka yang bisa mendengar dan melihat, tetapi menjadi kufur.

Dan seperti disebutkan dalam ayat 4 diatas bahwa orang yang kufur terhadap nikmat Allah subhanahau wata’ala, maka mereka akan disediakan oleh Allah belenggu-belenggu dan neraka yang menyala-nyala. Belenggu adalah alat pengikat sehingga manusia tidak bebas pergi kemana-mana. Maka ketika di Neraka kelak orang yang dibelenggu tangan dan kakinya dengan bara api tentu tidak bisa bebas berkeliaran keman-mana.

Kalau manusia ketika di dunia ini bersikap melawan Allah, tetapi masih bisa bebas pergi ke mana saja, tetapi kelak di Neraka manusia tidak lagi bebas. Belenggu itulah yang akan membatasi gerakan manusia  ketika di neraka.

Kedua adalah rantai. Ketika manusia  kelak dimasukkan ke dalam neraka karena ke – sombongannya,  ia akan dirantai,  wahai orang-orang yang menyombongkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala.

Surat An Nahl ayat 32 :

32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik*] oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum*], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.

*] Maksudnya: wafat dalam Keadaan suci dari kekafiran dan kemaksiatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam Keadaan senang karena ada berita gembira dari Malaikat bahwa mereka akan masuk syurga.

*] Artinya selamat sejahtera bagimu.

Itulah orang yang meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Hatinya bersih dari rasa iri,  hatinya tidak pernah sombong,  hatinya selalu bersyukur atas semua pemberian Allah subhanahu wata’ala, dan selalu bersabar atas ketetapan Allah.

Ketika seseorang sedang sakaratul maut, ketika ruhnya sudah sampai ke tonggorokannya, lalu ia mengucap :Allah-Allah-Allah, maka Allah melalui malaikat-Nya memperlihat suatu tempat di mana ia akan ditempatkan, yaitu Surga. Itu yang lebih berharga dibandingkan dengan apapun yang ditinggalkan di dunia.  Itulah wafat dalam keadaan Husnul Khotimah.

Tentang Surga Firdaus, lihat Surat Al Mu’minun ayat 1 – 9 :

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,

2. (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya,

3. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,

4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat,

5. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,

6. Kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki*]; Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.

7. Barangsiapa mencari yang di balik itu**] Maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

9. Dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

*] Maksudnya: budak-budak belian yang didapat dalam peperangan dengan orang kafir, bukan budak belian yang didapat di luar peperangan. Dalam peperangan dengan orang-orang kafir itu, wanita-wanita yang ditawan biasanya dibagi-bagikan kepada kaum muslimin yang ikut dalam peperangan itu, dan kebiasan ini bukanlah suatu yang diwajibkan. Imam boleh melarang kebiasaan ini. Maksudnya: budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak ikut tertawan bersama-samanya.

**] Maksudnya: zina, homoseksual, dan sebagainya.

Tentang Surga Adn, lihat Surat Ash Shaff ayat 10 – 13 :

10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

12. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.

13. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.

Surat tersebut akan kita bahas pada pertemuan yang akan datang.

Surat An Nahl ayat 32 :

32. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam Keadaan baik*] oleh Para Malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum**], masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.

*] Maksudnya: wafat dalam Keadaan suci dari kekafiran dan kemaksiatan atau dapat juga berarti mereka mati dalam Keadaan senang karena ada berita gembira dari Malaikat bahwa mereka akan masuk syurga.

**] Artinya selamat sejahtera bagimu.

Kesimpulannya, hari ini kita diingatkan kepada proses penciptaan awal manusia, ketika itu kita belum ada sebutan (nama), tidak ada apa-apa pada diri kita dan kita belum siapa-siapa.  Sehingga bila kita hari ini diberikan fasilitas, janganlah dijadikan modal untuk sombong.  Karena kesombongan itulah yang akan membuat akhir kematian menjadi penderitaan.

Sekian bahasan kali ini, sebelum diakhiri pertemuan ini  marilah kita berdo’a terutama untuk anak-anak dan cucu-cucu  kita yang saat ini sedang akan menempuh ujian sekolah.

Do’a :

Ya Allah, dengan menyebutkan Asmaul Husna

Yang telah kami sebutkan,

Sebagai rasa syukur kami ke hadapan-Mu

Teriring do’a teruntuk putra-putri kami

Yang sedang akan menempuh ujian sekolahnya.

Rahmatilah mereka untuk mendapatkan

Pertolongan Allah, agar berhasil

Meraih prestasi gemilang,

Mendapat ilmu yang bermanfaat,

Disertai kefahaman para nabi,

Serta ilmu yang membawa kepada kualitas iman

Dan taqwanya kepada-Mu.

Ampunilah dosa-dosa kami ya Allaj,

Ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami,

Allahumma kafir an-sayiatina,

Hapuskan segala kejelekan kami,

Wastur ‘ala ‘uyubina, ya Allah,

Tambahlah segala kekuranagan kami,

Wazidna ‘ilmannafi’an

Dan tambahilah ya Allah ilmu yang bermanfaat,

Warizqon wasi’an, halalan thoyyiban,

Terangilah hati kami dan hati mereka,

Anak, mantu, cucu dan keponakan kami,

Mudahkan segala urusannya,

Sekamatkan kami hingga akhir hayat,

Robbi ilal khoiri qoribna,

Dekatkan kami kepada kebaikan,

‘Anisysyariba’idna, jauhkan kamu dari

Segala bentuk keburukan,

Dekatkanlah kepada-Mu ya Allah,

Itulah akhir dari tujuan kami.

Sampaikanlah segala maksud dan hajat kami,

Serta karuniakan kepada kami

Hidayah (petunjuk-Mu) yang membawa kami

Kepada kualitas iman, ikhlas,

Serta istiqomah dalam beramal.

Sholli wasallam ‘ala thoha kholilirrohman,

Sholawat serta salam tercurah

Kepada Nabi Muhammad saw,

Sholawat dan salam untuk para sahabat

Dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman,

Robbana atina fiddun-ya hasanah,

Wafil akhiroti hasanah waqinna ‘adzabannaar.

Washollallahu ‘ala  Muhammad,

Wa’ala ali Muhammad,

Walhamdulillahirobbil’alamin.

Wassalamu’alaikum wr. wb.

__________________

Rabu, 15 Rabi’ul Akhir 1431 / 31 Maret 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: