Hadits Bab Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Dr. H.M.Soetrisno Hadi,  SH,  MM.

Pengajian 30 Januari 2013

 

Bismillahirrohmanirrohim,

Assalamu’alaikum wr.wb.,

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala.

Kita melanjutkan bahasan Hadits Bab Amar Ma’ruf Nahi Munkar, kali  ini adalah Hadits ke-10 sampai dengan 13.

Hadits ke-10 :

Dari Hudazifah rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya  kamu harus benar-benar menyuruh untuk berbuat baik dan benar-benar mencegah dari perbuatan munkar atau kalau tidak, niscaya Allah akan benar-benar menurunkan adzab (siksaan) kepada kamu. Kemudian (kalau) kamu berdo’a kepada-Nya maka Dia (Allah) tidak mengabulkan do’amu. (Hadits Riwayat At Turmudzyi).

 

Keterangan Tafsir.

Dalam diri setiap orang ada sejumlah kewajiban, ada Hak yang harus dituniakan :

  1. Hak Allah subhanahu wata’ala,
  2. Hak Pribadi,
  3. Hak Masyarakat.

Hak Allah subhanahu wata’ala, maksudnya bahwa Allah Punya Hak untuk disembah, ditaati. Karena Allah yang telah menciptakan kita (manusia) memberi hidup kepada kita, memberi rezki kepada kita manusia dan Allah yang mematikan manusia.  Seperti disebutkan dal Surat Al Baqarah ayat 21 :

Wahai sekalian manusia! Beribadatlah kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu (menjadi orang-orang yang) bertaqwa.

Berdasarkan ayat tersebut,  Allah subhanahau wata’ala  berhak untuk kita ibadahi.

Hak Pribadi adalah Hak manusia untuk melaksanakan kegiatan dalam hidupnya, yaitu bekerja, mencari nafkah, berkeluarga, makan-minum-berpakaian, bertempat tinggal, mendapatkan ilmu, mendapatkan pelajaran, dst.

Hak Masyarakat, adalah hak berhubungan dengan sesama manusia, berkumpul, merasa aman, dst.

Berdasarkan Hadits tersebut maka setiap orang wajib untuk melaksanakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Bila tidak dilaksanakan maka :

  1. Orang akan mendapat siksa,
  2. Do’anya tidak dikabulkan.

Hadits ke-11 :

Dari Abu Sa’id Al Khudry  rodiyallahu ‘anhu, Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Berjuang (Jihad) yang paling utama adalah mengatakan keadilan kepada penguasa yang menyeleweng”. (Hadits Riwayat Abu Daud dan At Turmudzy).

Maksudnya bahwa perjuangan atau Jihad yang paling tinggi nilainya adalah menyampaikan kebenaran dan keadilan kepada penguasa yang berlaku dzolim kepada rakyatnya. Termasuk memberikan saran dan nasihat kepada pemimpin yang melaksanakan kepemimpinannya dengan dzolim.    Dzolim artinya menermpatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Perbuatan menyampaikan kebenaran dan keadilan kepada penguasa merupakan pelaksanaan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.

Hadits ke-12 :

Dari Abdullah Thariq bin Syihab Al Bajaly Al Ahmasy rodiyallahu ‘anhu, bahwasanya ada seseorang bertanya kepada Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam  padahal ia sudah metelakkan kakinya di atas pelana (kudanya) : “Manakah perjuangan (Jihad)  yang paling utama ?”   Beliau menjawab : “Mengatakan kebenaran kepada penguasa yang menyeleweng”.  (Hadits Riwayat An Nasa-i).

Hadits tersebut intinya sama dengan Hadits ke-11. Bahwa Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran dan keadilan kepada penguasa yang dzolim.

Hadits ke-13 

Dari Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu’alaihi wasallam  bersabda : “Sesungguhnya kerusakan yang mula pertama terjadi pada Bani Israil  yaitu bila seseorang bertemu dengan kawannya dan berkata : Wahai kawanku,  bertakwalah kamu kepada Allah dan tinggalkanlah apa yang kau lakukan itu karena perbuatan itu tidak boleh kau lakukan.

Kemudian pagi harinya ia bertemu lagi dengan kawannya itu juga sedang melakukan  perbuatan  terlarang tetapi ia tidak mengingatkannya lagi  bahkan ia mengawaninya untuk makan-makan,  minum-minum dan duduk-duduk.  Bila mereka telah berbuat seperti itu semua maka Allah mengunci hati masing-masing  dari mereka itu.

Kemudian Rasulullah membacakan ayat AlQur’an  yang artinya : “Orang-orang kafir dari Bani Israil  telah dilaknati melalui lisan Daud dan Isa putra Maryam.

Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.  Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan  mungkar yang mereka perbuat.  

Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka perbuat itu.  Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang kafir (musyrik)  Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka  dan mereka akan kekal dalam siksaan.    Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa),  dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi),  niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik”.

Kemudian beliau bersabda pula : “Jangan demikian, demi Allah kamu senantiasa harus mengajak untuk berbuat baik dan melarang  dari perbuatan munkar, cegahlah orang yang berbuat aniaya dan kembalikanlah ia ke jalan yang benar serta kamu harus membatasi diri di dalam mengajak kepada kebenaran itu;  atau kalau tidak, niscaya Allah akan mengunci hati masing-masing dari kamu sekalian kemudian Allah akan mengutuk kamu sebagaimana ia (Allah) telah mengutuk Bani Israil”.  (Hadits Riwayat Daud dan At Turmudzy).

Hadits tersebut adalah hadits yang diucapkan oleh Abu Daud, adapaun hadits yang diucapkan oleh At Turmudzy  adalah sebagai  berikut :

“Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menceriterakan tentang keadaan Bani Israil  yaitu ketika orang-orang Bani Israil  tenggelam ke dalam kemaksiatan  maka ulama-ulama mereka memperingatkan tetapi mereka tidak mau berhenti, kemudian para ulama’ itu malah menemani mereka  untuk duduk-duduk, makan-makan dan minum-munim, maka Allah mengunci hati masing-masing dari mereka (baik hati orang-orang Bani Israil  pada umumnya maupun hati para ulama mereka)  dan Allah melaknat mereka itu melalui lisan Nabi Daud dan Nabi Isa putra Maryam.  Yang demikmian itu disebabkan karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”.

Rasulullah yang tadinya bersandar lalu duduk  seraya bersabda : “Jangan.  Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kamu sekalian harus benar-benar meluruskan mereka ke jalan yang benar”.

Hadits ke-14:

Dari Abubakar As Shiddiq  rodiyallahu ‘anhu, berkata : “Wahai sekalian manusia sesungguhnya kamu sekalian membaca ayat ini : Ya ayyuhalladzina amanuu ‘alaikum anfusakum laa yadhur-rakum man dhollaidzahtadaitun (Wahai sekalian orang-orang yang beriman, jagalah dirimu,  tiadalah orang yang sesat itu akan akan memberi mudharat kepadamu bila kamu telah mendapat petunjuk).  Dan sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya bila orang-orang melihat orang yang dzalim  (yang berbuat aniaya) kemudian mereka tidak mencegahnya maka kemungkinan besar Allah akan meratakan siksaan kepada mereka lantaran perbuatan si dzalim tadi”. (Riwayat Abu Daud , At Turmudzy dan An Nasa-i).

Sekian bahasan, mudah-mudahan bermanfaat.  Sebelum diakhiri marilah kita membaca do’a untuk kita dan keluarga, Al Fatihah.

Do’a :

Bismillahirrohmanirrohim,

Allahumma bihaqqil Qur’an,

Wabi kalamikal qodim,

Wabi Muhammadin khotaminnabiyyin,

Wabi haqqi ummil Qur’an,

‘Alimnal Qur’an, ‘allimnal Qur’an,

Wafaqihna fiddin, wa’allimna ta’wil,

Wahdina ilassawa-issabil.

 

Allahumma inna nas-aluka imanan kamilan,

Wayaqinan shodiqon, warizqon wasi’an,

Waqolban khosyi’an, walisanan dzakiron,

Wabadanan shobiron, wal’afwa  ‘indal hisab,

Wannajata minannaar.

 

Allahummakhtimlana bi husnil khotimah,

Wala takhtim’alaina bi su’il khotimah,

Robbana atina fiddun-ya hasanah,

Wafil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannaar,

Walhamdulillahirobbil ‘alamin.

 

Wassalamu’alaikum wr. wb.

 

____________

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: